Jumat, 22 Januari 2021

HUJAN LITERASI


Pagi ini saya tidak sendiri. Ada sahabat saya yang menemani. Sahabat saya adalah seorang kepala sekolah di SMPS NURUL MADAANY (SMPS NURANY). Namanya adalah Bunda Pipit Fiharsi, S.Pd. Pagi ini, kami harus mengikuti sosialisasi SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah) yang diadakan di Aula Dinas Kabupaten Lebak. 

Perjalanan dari Cipanas menuju Rangkasbitung, sekitar 35KM atau satu jam lamanya. Saya memacu si hijau soul, agar tidak tertinggal mengikuti rapat dinas kabupaten. 

Inti rapat yang kami ikuti adalah semua sekolah swasta yang ada di Lebak harus mengajukan proposal bantuan Hibah di aplikasi SIPD (Sistem Informasi Pemerintah Daerah). Sosialisasi ini cukup membantu untuk saya karena masih kebingungan tentang format proposal yang ternyata masih terdapat kekeliruan. 

Rapat tersebut tetap mengikuti Prosedur Covid  3M yaitu mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker. Selesai mengikuti rapat tepatnya pukul 11.00 WIB, perut sudah kriuk-kriuk minta diisi. Saya memacu Soul kembali menuju RM Bakso 67 yang terletak di Ona Rangkasbitung. Hujan pun turun dengan derasnya. Untungnya kami sampai sebelum rintik hujan berubah menjadi deras dan mengguyur kami berdua. 

Rumah Makan Bakso 67 ini menunya sangat lengkap. Tidak hanya menu baso yang lengkap. Ada juga mie ayam ceker, ayam penyet, ayam bakar, ayam goreng, bebek goreng, bebek bakar, ikan lele juga ada. 

Segera saya pesan sepiring ayam penyet dan semangkuk bakso. Bunda Pipit sahabat saya pesan sepiring ayam penyet dan semangkuk mie ayam. Bisa dibilang, kami berdua sangat lapar karena pagi tadi belum sarapan. Jadi sarapannya dobel. Hehehehe. 

Setelah menikmati nikmatnya semangkok bakso dan ayam penyet, obrolan kami dilanjutkan tentang kelas menulis PGRI gelombang 17. 

Hujan siang ini deras sekali. Membuat kami tidak bisa pulang dan menunggu sampai hujan sedikit reda. Hujan ini membuat kami semakin asyik mengobrol tentang literasi. Memang kepsek Wilbi III sedang ada tantangan menulis antologi best practice di bawah naungan Bu Kanjeng. Saya tetap bertugas menjadi kurator dan Bunda Pipit pun ikut andil mengirimkan naskah dan tergabung di dalamnya. 

Obrolan makin seru ditemani riuhnya deras hujan. Bu Pipit mulai bertanya tentang tugas para peserta yang mengikuti kelas belajar menulis Omjay. Saya lalu menjelaskan bahwa peserta wajib menulis resume dari setiap materi yang disampaikan narasumber. Kelasnya dimulai setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat dari pukul 19.00-21.00 WIB. 

Bunda Pipit langsung mendownload blogger di playstore dan segera menginstalnya. Usut punya usut, ternyata Bunda Pipit sudah punya blog sejak tahun 2012. Namun, ditinggalkan sejenak karena berbagai kesibukan  sebagai kepala sekolah. 

Dahulu, Bunda Pipit pernah membuat buku antologi dengan penulis hebat Gol A Gong. Namun sejak beliau hilang kontak, sejak saat itu aktifitas literasinya mulai redup dan hampir padam. 

Saya masih ingat betul, Bunda Pipit pernah membuat buku antologi bersama siswa Kelas IX di Pondok Nurany (Nurul Madaany). Dahulu, saya pernah mengajar di Nurany, sekitar 3 tahunan. Saat itu mengampu mapel Seni Budaya. Saat hamil Dede Adel, saya memutuskan untuk izin pamit dan mengundurkan diri. 

Bunda Pipit baru saja saya masukkan ke grup 17. Senang sekali banyak teman dari Lebak yang sekarang bergabung di grup menulis ini. Tidak hanya saya, ada Ambu Tini, Pak Asikin, Pak Ganda, juga Bu Pipit. Di susul teman-teman ketua MGMP Lebak ada Pak Mulyadi, Pak Dadang, Pak Saedi, dan teman-teman guru Lebak lainnya yang sudah join grup menulis PGRI. 

Saat hujan reda, kami bersiap pulang ke Cipanas. Saya membayar bakso dan ayam penyet 26ribu. Bu Pipit membayar mie ayam dan ayam penyet sebesar 25ribu. Setelah perut diisi, dia tak bunyi lagi. Kasirnya senyum-senyum lihat kami berdua memesan 2 porsi dimakan sendiri. Hehehe. 



Semoga hujan deras siang ini menumbukan hujan literasi pada semua guru yang ada di Lebak pada khususnya dan menumbuhkan virus literasi ke semua guru di seluruh Indonesia. 

Salam blogger inspiratif
Aam Nurhasanah, S.Pd. 
SMPS MAHLA UL HIDAYAH CIPANAS
(SMPS MAHIDA)

#Day21JanAISEIWritingChallange



18 komentar:

  1. Aduchhh...bagus babget bunda Aam. Bahasay enak di baca. Bisa kah saya spti bunda??

    BalasHapus
  2. Wih, keren banget, bakso dan ayam penyet teras nikmat luar biasa ketika di deskrisikan sang maestro menulis.

    BalasHapus
  3. Uwuwu...
    Keren banget, kepikiran aja nulis abis makan. Two thumbs up, bun😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Bunda Pipit. Ayo torehkan lagi literasi di blognya. Akhirnya blog tahun 2012 aktif lagi yakk. Hehehe

      Hapus
  4. Waahh seru kayanya klu makan sama bu aam...bisa ikutan double mknnya..😊

    BalasHapus
  5. Double porsi sambil mengobrol literasi dikala hujan mengguyur.. Maknyusss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Pak Indrakeren. Ilmu dapat. Perut kenyang. Hehehe

      Hapus
  6. Waaw porsi jumbo bu aam.. Hbs ga itu td.. Hehe

    BalasHapus
  7. sangat menarik bunda Aam
    ternyata kita satu provinsi ya dekat
    i am proud to you

    BalasHapus

Challenge Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil”

  Sumber: www.wijayalabs.com Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil” Hai sobat Lage, hari ini saya mendapat kejutan buku karena suda...