Kamis, 04 Februari 2021

KISAH INSPIRATIF 28 HARI GURU NGEBLOG DI YPTD www.terbitkanbukugratis.id

Sumber: www.wijayalabs.com


Tanggal  baru, bulan baru, dan semangat baru untuk menulis setiap hari menjadi tantangan tersendiri. Begitu banyaknya hal yang sebenarnya bisa kita tuliskan lewat alat rekam ajaib yang disebut blog. Blog singkatan dari web log  artinya web yang menghubungkan tulisan kita lewat halaman web dan tersambung pada jaringan internet. 

Blog yang pertama kali saya pakai adalah blogger.com yang dipopulerkan oleh Pyra Labs yang diakuisisi akhir tahun 2003. Sejak saat itu perkembangan jenis blog menjadi beragam. Ada media blogspot, wordpress, kompasiana, dan jenis blog yang lainnya. 

Sejak mengenal Om Jay dan masuk di kelas belajar menulis gratis PGRI, saya menjadi produktif untuk bisa menulis setiap hari. Beberapa tulisan saya akhirnya ramai pengunjung dan akhirnya ada yang terpilih mendapat kejutan buku dari Penerbit Mayor PT Andi.

Kegiatan ngeblog ini semakin asyik saat ikut komunitas menulis seperti kelas belajar menulis yang dibentuk oleh Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau akrab disapa Om Jay. Satu sama lain saling berkunjung atau dikenal dengan sebutan blog walking (BW). Kegiatan menulis ini di bawah naungan PGRI dan mendapat sponsor dari Penerbit Mayor PT Andi.

Selain berfungsi sebagai alat rekam ajaib yang bisa mendokumentasikan seluruh tulisan kita, blog juga mempunyai fungsi yang beragam. Saya memulainya dengan menulis catatan luar biasa, kumpulan resume, pojok literasi mahidaku, dan menu yang lainnya yang terangkum dalam link blog https://aamnurhasanah12.blogspot.com    

Bisa dibilang, untuk seorang yang baru mengenal dunia blog, menulis hingga bisa konsisten setiap hari tentu banyak godaannya yaitu rasa malas. Musuh terbesar kita yang sebenarnya adalah diri kita sendiri. Kerap kali rasa mala situ datang menghampiri. Namun diri tetap berbagi untuk bisa menulis setiap hari. Rasa malas akan pergi, jika kita memaksakan membiasakan diri. Awalnya memang berat, namun jika kita sudah mulai terbiasa, satu hari tak menulis, terasa ada yang kurang. 

Bagaimana cara menjaga konsistensi tulisan kita?

1.  Harus banyak membaca. Budayakan membaca setiap hari karena membaca merupakan  santapan wajib bagi seorang penulis. Dengan membaca, kita akan kaya diksi dan tidak akan kehilangan kata-kata karena kata-kata yang kita baca akan tersimpan dalam Long Time Memory. Di dalam buku Om Jay, saya menemukan kalimat motivasi lapar membaca akan membuat Anda semakin gemuk menulis. Kalimat ini sungguh menampar kedua pipi saya agar terus membaca agar menambah multivitamin kita saat menulis.

2. Berkumpul dengan komunitas menulis untuk menjaga konsistensi menulis setiap hari. Dengan berkumpul denhan komunitas menulis, Anda akan punya kekuatan kebersamaan, kekuatan saling melengkapi satu sama lain melalui tulisan. Misalnya saja kasus Bu Eni dan Cak Inin yang menularkan virus untuk membuat puisi. Membuat saya dan Mayor Nani selalu berbalas puisi di blog. Wah kebersamaan ini sangat hangat sekali. Seperti punya keluarga baru di kelas menulis Omjay. Ada juga peserta dari gelombang 16 yaitu pak sudomo, S.Pt. yang selalu membuat tugas resume dengan gaya cerpen.  

3. Saat Blog Walking(BW), pastikan Anda melihat, membaca, serta memberikan buah tangan atau oleh-oleh. Hal ini yang kurang disadari oleh para penulis blogger pemula. Padahal, dengan memberikan komentar, itu juga akan meningkatkan konsistensi menulis kita, dan melatih keterampilan mengomentari tulisan orang lain. Misalkan dengan memberikan komentar yang positif dan memotivasi.  Saya suka memberikan komentar, joss(ikutan Omjay), mantul, mancap(mantap), tulisannya sangat padat dan berisi. Kadang di akhir tulisan saya menulis, salam literasi. Begitulah cara saya memotivasi teman-teman dikomentar blog. Dengan begitu Anda akan menjadi seorang penulis sekaligus seorang blogger.

Kesulitan saat menulis solusinya sebenarnya mudah. Konsistensilah dalam menulis setiap hari. Karena dengan menulis setiap hari akan mengasah keterampilan menulis Anda. Kesulitan terbesar adalah  melawan rasa malas diri sendiri. Karena tidak ada yang sulit jika Anda mau memulai. Tulislah apa yang Anda sukai dan kuasai. Jangan menunggu ide datang baru menulis. Tapi segeralah menulis, maka ide itu akan datang (Budiman Hakim).

Saya pernah merasakan bagaimana sulitnya melawan diri sendiri untuk mulai menulis. Bagaimana menunda tulisan saat masuk grup menulis di gelombang 8. Bagaimana sulitnya membuat resume yang baik karena kurangnya latihan menulis. Dengan ini saya menjadi tertantang untuk mengatasi semua kesulitan saya dalam menulis. Bagaimana blog saya menjadi ramai pengunjung sangat membuat rasa bangga dalam diri.

Dari konsistensi menulis dan semangat dari teman-teman grup menulis dari gelombang 8 sampai gelombang 17, semangat menulis saya dalam menulis buku antologi bersama Bunda Kanjeng,  menulis buku antologi kisah inspiratif,  dan grup menulis  gelombang 12 inilah yang telah  mengantarkan  saya berkolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit, yang tembus  ke Penerbit Mayor seperti halnya yang dialami Cikgu Tere dari NTT dan Yulius Roma dari Tana Toraja.

Semua guru pada dasarnya bisa menulis. Hanya belum terbiasa untuk menulis di blog. Menulis itu sebenarnya tidak sulit. Yang sulit adalah memulai tulisan. Untuk itu, mari kita produktif dengan menulis setiap hari di blog. Siapa tahu tulisan kita yang sederhana bisa menjadi berharga bagi orang lain. Mau berbagi dan terus menebarkan virus literasi adalah kebahagiaan tersendiri. Khoirunnas anfa'uhum linnas artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. 

 

Salam blogger inspiratif

Aam Nurhasanah, S.Pd.

SMPS MATHLA UL HIDAYAH CIPANAS



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Challenge Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil”

  Sumber: www.wijayalabs.com Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil” Hai sobat Lage, hari ini saya mendapat kejutan buku karena suda...