Kamis, 15 Juli 2021

4 Kesalahan dalam Satu Malam

4 Kesalahan dalam satu malam

Tere Liye

Challenge Kamis Menulis kali ini, adalah 4. Challenge ini diadakan oleh komunitas Cakrawala Blogger Guru Nasional (Lagerunal) yang dibentuk oleh Pak Brian.  Tim admin yang menjadi penanggungjawab program ini adalah sahabat saya, Sudomo, S.Pt. yang akrab disapa Besan. 

Setiap Kamis, Besan selalu mengirimkan satu tema, yang wajib ditulis di blog oleh peserta. Sempat bingung mau nulis apa? Akhirnya, ide tulisan itu datang karena peristiwa semalam. 

Definisi Kesalahan

Di dalam hidup, siapa yang tak pernah melakukan kesalahan? Kesalahan berasal dari kata salah. Salah menurut KBBI: sa·lah a 1 tidak benar; tidak betul: ia membetulkan hitungannya yang --; 2 keliru; khilaf: ia -- menafsirkan ayat itu; 3 menyimpang dari yang seharusnya: mereka -- jalan; 4 luput; tidak mengenai sasaran; gagal: dua kali tembakannya -- dan baru yang ketigalah ia berhasil; 5 cela; cacat: meskipun sudah tua, tidak ada -- nya jika engkau mau belajar lagi; 6 kekeliruan: bukan -- ku jika ia tidak menepati janjinya;

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Kodrat saya sebagai manusia biasa, saya juga pernah melakukan kesalahan. Apalagi kesalahan semalam. Saya sampai tak bisa tidur untuk intropeksi diri dan belajar lebih dewasa. 

Ada 4 kesalahan yang saya lakukan tadi malam saat kelas belajar menulis pertemuan ke-2 dengan narasumber sahabat saya  Ibu Maesaroh, M.Pd. 

1. Saat blog walking, saya mengomentari blog peserta dan memberi komentar kritikan typo(salah ketik). Karena saya tidak bisa komentar di blognya, akhirnya saya komentar di grup. Peserta merasa sakit hati dan semangatnya menurun karena merasa mulut saya tidak bisa dijaga. 

Untuk kasus pertama, jujur saya tidak bermaksud membuat sakit hati atau pun membuat semangat ibu turun. Resume ibu sangat bagus hanya ada beberapa yang salah ketik. 

Saya baru menyadari namanya, saat melihat foto dan ada deskripsi namanya. Saya memohon maaf dengan tulus dan tidak bermaksud menyinggung karya tulisan ibu. 

2. Saya mengirimkan foto Adel sedang makan, saat saya selesai melakukan blog walking ke gelombang 19. Ternyata ada satu peserta yang merasa risih dan menanyakan salkir? (Salah kirim)? Saya menjawab, tidak. Hanya Adel minta makan jam segini. Saat itu sekitar jam 11 malam, Adel baru minta makan. 

Peserta tersebut memberi komentar lagi, nah. Apa hubungannya dengan kelas menulis? Ini ada 213 peserta loh? Semalam saya menjawab, dari foto sederhana maka akan jadi ide sebuah tulisan. Kalau tak berkenan, abaikan saja. 

Mungkin karena emosi, saya balik tanya. Apakah Anda sudah membuat resume malam ini? Namun, setelahnya langsung saya hapus kembali kalimatnya. 

Mengirim foto dan kalimat di atas adalah kesalahan kedua dan ketiga saya. Hal ini mulai saya sadari, saat seorang teman mengingatkan bahwa yang saya lakukan itu memang salah. 

Akui saja, memang foto Adel memang tidak ada hubungannya dengan kelas menulis. Namun, kalimat Anda sudah membuat resume seakan memberi arti, "Ngapain lo komen, resume aja gak bikin?"

Dari kasus kedua dan ketiga tadi, saya akhirnya mengakui kesalahan saya dan berusaha menghapus dan intropeksi diri. Para peserta angkatan sekarang, sangat kritis dan sangat semangat. Saya akui itu dari kejadian semalam. 

Kesalahan ke-4 yang saya lakukan adalah link absensi yang tidak bisa diakses. Jujur, kemarin-kemarin link absen bisa dibuka. Namun entah mengapa, link absen bermasalah dan tak bisa diakses. 

Saya biasanya menggubanakan link absen yang pendek hasil dari pemendek link gg.gg. Semalam, saya harus cari link aslinya yang panjang sehingga link absensi akhitnya bisa dibuka. 

Memang link absen saat itu, saya yang buat. Karena saya adalah tim yang membantu Omjay, saya selalu membantu Om Jay untuk menjadi moderator, membuat link absensi, atau menjadi narasumber dan mengisi kelas. 

Sudah satu tahun saya mengabdikan diri dan membantu kelas Om Jay. Jadi, saya merasa dekat dengan peserta apalagi dengan tim Om Jay. 

Belajar dari 4 kesalahan tadi malam, membuat saya menulis 4 catatan penting:

1. Saat blog walking tidak boleh mengkritik, lebih ke memberi semangat saja supaya peserta lebih antusias dalam membuat resume. 

2. Belajar menyaring perkataan agar tidak menyakiti hati orang lain. Seperti pepatah, "Mulutmu Harimaumu"

3. Berusaha menahan diri tidak mengirim foto yang tidak ada kaitannya dengan kelas menulis. Untuk satu ini, saya selalu kirim foto-foto ke grup belajar menulis. Mungkin karena kebiasaan dari dulu. 

Dulu, sewaktu saya menjadi moderator kelas menulis, saya membuat cilok dan menggerus bumbu kacang, dan saya share fotonya ke kelas. Saya juga pernah share foto waktu kehujanan bersama Adel.  

Baru kali ini saya dapat teguran dari peserta, setelah saya mengabdi menjadi moderator sejak lulus dan menjadi alumni gelombang 12. Cukup lama saya ada di kelas menulis ini membuat saya akrab dan dikenal peserta. 

Saya baru tahu, kirim foto semalam tidak relevan dan tidak ada hubungannya dengan kelas. Saya hanya berpikir, setiap hal yang kita lakukan, bisa diabadikan dalam sebuah foto, dan bisa muncul ide tulisan dari sebuah foto. 

Dulu, saat saya jadi peserta, Omjay sering kirim foto-foto. Peserta diminta membuat tulisan dari foto tersebut.  Berawal dari situ, saya kerap mengirim foto-foto Adel atau kegiatan yang saya lakukan untuk kemudian dijadikan bahan cerita. 

Saya berusaha legowo dan harus bisa menahan diri share foto untuk angkatan kelas menulis sekarang. Hehehe. 

4. Meminta maaf

Belajar dari kesalahan tadi malam, sebuah kesalahan kerap dilakukan oleh umat manusia. Namun dari kesalahan itu, kita jadi belajar dan bertindak lebih baik lagi dari sebelumnya. Kata maaf sangat penting diucapkan saat kita melakukan sebuah kesalahan. 

Kata maaf adalah cara ampuh menyelesaikan setiap kekeliruan. Memaafkan adalah hal yang bijaksana.  

Jadi, untuk semua peserta, mohon maafkan diri ini yang masih fakir ilmu. Semoga saya tidak melakukan kesalahan lagi dan bisa memperbaiki diri. Saya bahagia punya sahabat yang slalu mengingatkan dan menegur saya di saat salah. 

Semoga tulisan ini bermanfaat dan kita bisa belajar dari kesalahan dan berusaha menerima kritikan pedas dari orang lain. Kritikan yang membangun bagus sekali untuk memperbaiki diri  agar naik kelas. 


SAHABAT...

TEGUR AKU SAAT SALAH,

INGATKAN AKU DISAAT LUPA. 

Logo Kamis Menulis


Salam blogger inspiratif

Aam Nurhasanah, S.Pd. 


#KamisMenulis

#4

1 komentar:

  1. Pengalaman yang sangat berharga ya, Bu. Mudah-mudahan jadi pembelajaran untuk kita.

    BalasHapus

Challenge Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil”

  Sumber: www.wijayalabs.com Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil” Hai sobat Lage, hari ini saya mendapat kejutan buku karena suda...