Minggu, 28 Juni 2020

BERLIANA NURHALIZA KUSUMAH



Minggu, 28 Juni 2020, tepat pukul 06.14 WIB, Omjay mengirimkan pesan singkat melaui WA pribadi dan WA grup kelas menulis. Kalau kemarin, Omjay bercerita tentang kebahagiaan dan rasa bangga akan putri sulungnya yang sudah resmi menyandang gelar Sarjana Humainora dengan nilai A di Jurusan Sastra Inggris UIN Bandung. Tak menyangka kemarin banyak tamu sampai 146 pengunjung dan 54 komentar. Melebihi artikel Cikgu Tere dan Hadiah 2 Buku dari penerbit PT Andi Offs. Sangat bangga untuk seorang blogger pemula seperti saya. Yuks baca juga link putri sulung Omjay
 https://aamnurhasanah12.blogspot.com/2020/06/intan-rahmadani-kusumah-shum.html
Pagi ini isi artikel Omjay  tentang putri kesayangan Omjay yang kedua, yaitu BERLIANA NURHALIZA KUSUMAH. Omjay bercerita bahwa semalam ia marah pada Berlian. Masalahnya sih cuma sepele, Berlian hanya minta dibelikan nasi padang. Mungkin buat sebagian orang berpikir, yasudah belikan saja. Toh paling cuma 15ribu saja satu bungkusnya. Tapi bukan seperti itu pikir beliau. Di samping sudah malam dan mendekati pukul 21.00 WIB, masih ada nasi dan sayur asem di rumah. Pepes tahu dan kerupuk juga lengkap tersedia di meja makan. Namun Berlian tetap memaksa dan mamahnya ikut mendukung keinginannya. Omjay masih kekeh dengan pendirian tetap tidak mau membelikan nasi padang. Istri Omjay marah. Omjay pun terdiam. 

Omjay ingin mengajarkan pelajaran berharga pada Berlian, namun istrinya berbeda pemikiran. Menurutnya, tidak begitu cara mendidik anak. Omjay menjelaskan. Berlian kan sudah mau naik ke kelas XII, seharusnya sudah lebih dewasa dan mandiri. Sudah bisa beli nasi padang sendiri. Berlian menangis setelah dimarahi. Omjay pun ikut menangis dalam hati. Sebab, sebelumnya belum pernah ia semarah itu. Kalau marah biasanya tidak terkendali, mungkin karena bawaan penyakit darah tinggi. 

Omjay teringat ketika Berlian lahir ke dunia. Bayi kecil cantik dan mungil, yang hidung serta wajahnya mirip sekali dengan ayahnya. Omjay memberi nama BERLIAN NURHALIZA KUSUMAH karena saat itu Omjay dan istrinya pengagum berat penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza yang cantik dan bersuara merdu. Sedangkan nama BERLIAN adalah pemberian dari Kakeknya. 

Berlian tidak seperti anak-anak yang lainnya. Ia baru bisa berjalan dan bicara normal di usia 3 tahun. Berbagai cara Omjay lakukan. Dari Pengobatan alternatif sampai dokter spesialis pun Omjay datangi supaya buah hati tercinta bisa seperti anak-anak pada umumnya. Sewaktu usianya menginjak 5 tahun, Berlian sempat sakit dan harus di rawat di Rumah Sakit. Suasana Idul Fitri yang harusnya di rumah jadi pindah ke Rumah Sakit di kota Bandung. Kalau ingat kala itu, hati Omjay menjadi sedih sekali. Berlian harus di uap agar bisa bernafas dengan lancar. Oleh karena itu, mamahnya sangat memanjakannya. Semua permintaan Berlian selalu saja dituruti. Tetapi tidak untuk malam ini. 

Berlian tumbuh normal kembali. Lucu dan suka mengundang tawa di keluarga. Suatu hati Berlian pernah memakai kaca hitam dengan hidung mancung ke dalam, kami semua tertawa melihat kelakuannya. Kalau Omjay pulang kerja, Berlian selalu membuat teh hangat tanpa disuruh. Katanya, ayah pasti capek. Lalu ia mulai berkicau tentang kegiatannya hari ini. Lalu minta di gendong dan minta dibacakan dongeng pultri salju dan teman-teman kerdilnya. Barulah Berlian bisa tertidur jika Omjay sudah membacakan dongeng. Setelah lulus SD, Berlian sekolah di SMP dan SMA Labschool Jakarta, tempat dimana Omjay mengajar sebagai Guru TIK. Begitulah Berlian, anak kedua Omjay yang sangat Omjay sayangi. 

Omjay ingin Berlian mandiri dan tumbuh menjadi perempuan tangguh di masa depan. Berlian yang awalnya bercita-cita sebagai polwan, berubah menjadi ahli hukum.  Sekarang berubah menjadi koki. Harus Omjay akui bahwa masakan Berlian sangat enak. Apalagi kalau menunya nasi goreng. Pasti semua orang minta nambah satu piring lagi. 

Pagi ini, Omjay menyesal sekali sudah memarahi Berlian semalaman. Omjay sayang sama Berlian tapi tidak mau Berlian menjadi anak manja dan penakut. Berlian sekarang sudah besar, mau naik ke kelas XII. Bukan anak balita lagi sudah harus bisa  belajar mandiri. Apalagi katanya mau kuliah dan kost di Bandung seperi kakak Intan. Kalau Ayah marah, tandanya ayah sayang sama Berlian. Tidak ada seorang ayah di dunia yang tidak menyayangi buah hatinya. 

Omjay berharap kelak Berlian menjadi wanita yang sholehah. Wanita yang mampu taat pada suaminya dan mampu merawat dan mendidik anak-anaknya dalam keluarga yang sakinah dan warohmah. Seorang wanita yang mampu mengantarkan anak-anaknya ke pintu surga. 

Sangat menginspirasi sekali setiap cerita yang Omjay tulis sehingga sangat memotivasi saya dalam menulis di blog. Kisah Inspratif Omjay, Perjalanan Omjay, motivasi Omjay, semangat Omjay untuk menularkan virus ngeblog, sangat terasa sampai ke hati. Mungkin saya memulai hal ini dari jurus 3 alinea yang Omjay berikan. Di sinilah saya menemukan passioon saya. Semangat saya. Impian baru saya menjadi seorang penulis. Semua berawal dari grup menulis bersama Omjay. Banyak kisah yang sudah terukir di blog. Banyak cerita yang mewarnai perjalanan hidup saya. Semua saya dapatkan dengan mengikuti kelas menulis ini. Terimakasih Omjay atas ceritanya. Mungkin buat orang lain tidak penting. Tapi buat saya, Omjay adalah provokator, motivator, inspirator saya dalam menulis di blog. Terimakasih semua peserta kelas menulis Omjay dari gelombang 1-12 yang sangat menginspirasi tulisan saya. Semoga ini langkah awal saya untuk maju sebagai penulis buku. Saya akan menunjukkan pada dunia,  bahwa suatu saat nanti saya akan bisa menerbitkan buku seperti Omjay. Aminnn..


32 komentar:

  1. Hebat bu aam...selalu kreatif...ide2nya..trus menulis...sukses selalu

    BalasHapus
  2. Wauw ibu keren, setiap appun bisa menjadi karyaπŸ₯°πŸ‘

    BalasHapus
  3. Menyentuh sekali ceritanya omjay, dan kadang itu terjadi disetiao rumahtangga
    Betul tak ada orangtua yg tak sayang anaknya

    Semoga tetap mmjd keluarga sakinnah omjay

    BalasHapus
  4. Bu aam bu milla sama² jago nulis ya, b titin jago puisi, sy jago ayam hahhahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah jago apanya bu fina ini. Masih pemula dan baru belajar. Ayo kita belajar sama2. Mantap

      Hapus
  5. Mari didik anak anak kita dengan pendidikan yg baik di dalam keluarga

    BalasHapus
  6. Wah hebat bu,rajin sekalibu Aam,tanpa nelewatkan menulis setiap hari,makin mantap tulisannya.

    BalasHapus
  7. Keren, selalu bisa menyempatkan menulis....

    BalasHapus
  8. Super bu ..tulisannya ..inspirasi

    BalasHapus
  9. Ulasannya menarik, mengalir lancar dan enak dibaca...

    BalasHapus

Challenge Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil”

  Sumber: www.wijayalabs.com Resensi Buku “ Kisah Serdadu-serdadu Kecil” Hai sobat Lage, hari ini saya mendapat kejutan buku karena suda...